Lampungpedia.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia menggelar kegiatan sosial yang ditujukan kepada para guru agama Hindu di pasraman/sekolah minggu yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini berupa pembagian sembako kepada 500 pengajar pasraman..
“Hal ini bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan Guru Agama Hindu dan umat hindu pada umumnya. Selain itu bantuan juga diberikan kepada guru-guru ada juga para pinandita, para petugas kebersihan pura, mahasiswa Hindu, dan masyarakat, ” kata Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, I Gede Ariawan, S.IP., M.IP yang disampaikan, Jumat, 15 Mei 2021.
Gede Ariawan menjelaskan bahwa dimasa pandemi covid-19 ini yang membuat semua kalangan masyarakat harus beradaptasi, berbagai latarbelakang pekerjaan pun berevolusi menyesuaikan dengan situasi yang terjadi saat ini.
“Kami memiliki keyakinan yang kuat bahwa peradaban Hindu akan tetap ada jika Sradha dan Bhakti generasi Hindu diajarkan dan ditanamkan dengan kuat. Mereka para acarya atau guru Agama Hindu inilah yang memiliki peran yang sangat vital dalam hal ini,” ungkap mantan Ketua BEM STAH yang saat ini berkarir di tenaga ahli DPR-RI.
Lebih lanjut, Ketum DPN Peradah juga menegaskan program ini menjadi program rutin tahunan, dimana tahun 2020 tepat pada awal terjadinya pandemi Covid 19, Peradah Indonesia juga menyalurkan sembako sebanyak 150 paket kepada pinandita, pengempon pura dan mahasiswa Hindu yang ada di DKI Jakarta.
“Dalam kegiatan DPN Peradah Indonesia Berbagi Paket sembako ini berisi beras, minyak goreng, dan gula, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita dapat saling membantu meringankan beban di tengah kondisi yang belum stabil akibat pandemi Covid 19. Harapannya kegiatan dapat menjadi salah satu aksi nyata kehadiran DPN Peradah Indonesia di tengah-tengah umat”. sambung Ige sapaan akrabnya.
Kgiatan pembagian sembako ini dilaksanakan pada tanggal 12 -14 Mei 2021. Dimana hanya perwakilan dari masing-masing pasraman dan pura yang mengambil paket sembako dengan tujuan tidak terjadi kerumunan untuk menghindari penyebaran Covid-19. (Rls/Red)